Memoria - Episode 2

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Tokoh utama di cerita ini diambil dari 4 member idol group underground beraliran musik pop, rock, metal, dan electronic-pop, yakni Kamen Joshi. Mereka adalah Anna Tachibana, Mayu Kusunoki, Moa Tsukino, dan Sakura Nodoka.
Cerita:
Cerita ini berawal ketika Anna diculik oleh tiga orang tak dikenal. Anna adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya. Penculik menginginkan tebusan uang dalam jumlah yang banyak kepada orangtuanya Anna. Ketika dalam penyekapan, Anna berhasil meloloskan diri. Dia terus berlari menjauhi para penculik. Nasib buruk menimpanya ketika dia mengalami kasus tabrak lari oleh orang tak dikenal. Dia kemudian ditemukan tak sadarkan diri oleh Mayu di pinggir jalan. Seketika itu ingatannya menghilang.

【Memoria】



(Episode 2 - Lari, Anna, Lari!)

Sudah hampir dua hari Anna diculik oleh Antok, Joni, dan Dian. Lokasi penculikan berada di sebuah bangunan tua dengan akses jalan yang sulit, karena lokasinya terpencil. Anna masih merasa marah kepada tiga pemuda ini, pikirannya kacau. Awalnya dia mengira jika Antok, Joni, dan Dian adalah orang yang baik, tapi justru tidak demikian.

Antok bersiap melancarkan aksinya, yakni meminta tebusan kepada orangtuanya Anna. “Sekarang sudah jam 07:18 pagi ... mari kita minta tebusan!”

“Apakah rencana kita akan berhasil, Tok?”–Joni menyandarkan punggungnya di dinding–“sepertinya semalam orangtuanya cemas.”

Dian mematikan puntung rokoknya, kemudian berkata, “Itu sudah pasti, Jon!”

Antok tertawa kecil. “Cepat ambil ponsel cewek itu, An!”

Dian merasa kesal terhadap Antok, sebab dia selalu menjadi pesuruhnya. “Iya, iya, Tok. Kenapa aku selalu menjadi pesuruhmu, sih?”

Dengan melangkahkan kaki secara lambat, Dian mendekati Anna. “Tenang, aku hanya ingin meminjam ponselmu, Mbak,” ucapnya grogi, sembari melepaskan lakban di mulut Anna.

“Kenapa kau menculikku?” teriak Anna, berlinang air mata. Dia masih merasa sangat marah.

Dian yang melihat keadaan Anna menjadi terbuka hatinya. Dia menyesal setelah ikut menculiknya.

“Dengarkan aku!”–Dian melepaskan tali yang mengikat kedua tangan dan kaki Anna–“aku akan melepaskanmu, tapi ingat ... sebaiknya kau langsung pergi dari tempat ini, ya!”

Mendengar perkataan dari Dian, Anna seakan terkejut dengan keputusan Dian yang membantu untuk meloloskannya dari penyekapan.

“Kenapa kau justru ....” Anna menghentikan ucapannya sesaat, matanya berkaca-kaca.

“Sudah,” balas Dian, memegang pundak Anna. “Cepat pergi dari tempat ini! Aku yang akan mengurus kedua temanku.”

Tali yang mengikat kedua tangan dan kaki Anna sudah terlepas. Dia mengucapkan terima kasih kepada Dian yang telah membantunya untuk meloloskan diri. Anna langsung berjalan keluar dari bangunan tempat dia sebelumnya disekap. br />
Tiba-tiba terdengarlah suara teriakan. “Hei—”

Dian menoleh ke belakang. Dilihatnya ada Antok dan Joni yang melihat kejadian ini. “Apa yang baru saja kau lakukan?” tanya Antok, seakan tak percaya.

Dian menjawab, “Aku pikir tak sepantasnya kita berbuat seperti ini,”–tangannya mengepal, bersiap untuk berkelahi–“menculik orang yang tak bersalah, itu kebodohan besar, Tok.”

Joni berlari mendekati Dian, bersiap untuk menghajar. “Kurang ajar. Dasar pengkhianat kau, An!”

Pukulan yang dilancarkan Joni tepat mengenai hidung Dian, kini hidungnya berdarah.

Dian terkapar di lantai. “Jadi,”–dia membersihkan darah yang keluar dari hidungnya–“seperti ini perlakuan seorang teman, ya?”

Antok yang melihat perkelahian antara Joni dan Dian seakan tak menghiraukannya. “Jon, kau urus si Dian ... aku akan mengejar cewek yang kabur itu.”

Di sisi lain, Anna sudah berlari cukup jauh meninggalkan tempat sebelumnya dia disekap. Dia merasa bingung, tak tahu arah jalan dan arah tujuan ke mana harus pergi. Di belakangnya terlihat ada Antok yang masih berusaha untuk mengejar, meski jaraknya cukup jauh.

“Hei, berhenti ....” Antok berteriak lantang, langkah kakinya semakin cepat.

Anna semakin panik setelah mengetahui jika dirinya dikejar oleh Antok. “Ya ampun ... kenapa dia terus saja mengejarku, sih?”

Anna berlari semakin cepat. Dia sudah tak lagi memikirkan ke mana harus pergi. Pikirannya hanya fokus untuk menjaga jarak dengan Antok. Lokasi saat ini berada di jalan raya.

Ketika Anna hendak menyeberang di jalan, dia tak menyadari jika dari arah kanannya ada sebuah mobil yang melaju cukup cepat.

Hanya beberapa meter saja dengan mobil, Anna baru menyadari jika dia berada dalam situasi bahaya. Dia menoleh ke arah kanan, kemudian berteriak, “Tidak—”

Anna terpental cukup jauh setelah dirinya ditabrak mobil. Sang pengemudi justru tak peduli dengan keadaan Anna setelah dia menabraknya. Tanpa berpikir panjang, dia pun langsung pergi begitu saja tanpa ada rasa tanggung jawab.

Antok pun demikian. Setelah melihat Anna sudah tak berdaya, dia pun lekas pergi begitu saja. Kini Anna sendirian, tanpa ada yang menolong.

Beruntung, Anna masih bisa selamat, meski dirinya merasakan kesakitan yang sangat luar biasa. “Kakiku sakit.”

Keadaan Anna memburuk setelah kaki kirinya sulit digerakkan. Dia kini hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sedang terjadi.

Beberapa waktu kemudian, sebuah langkah kaki terdengar di telinga Anna. Dia berpikir jika ada orang yang dengan suka rela akan menolongnya. Anna menatap ke atas. Saat itu pandangannya buram, karena pancaran sinar matahari. Orang yang di hadapannya membelakangi matahari, sehingga membuat pandangannya menjadi kurang jelas.

Seseorang bertanya, “Hei, apa yang sedang terjadi denganmu?”

Kabar baik datang juga. Firasat Anna mengatakan jika dia akan mendapat pertolongan dari orang tersebut. “Akhirnya ....” Anna bernapas lega, menutup kedua matanya.

✽╮✽╭✽

Rumah Mayu.

Anna siuman setelah sebelumnya sempat tak sadarkan diri. Kedua matanya memandang sekitar tempat. Terdengar seorang yang sedang mengaduk minuman di gelas. Anna merasa terkejut setelah dirinya berbaring di sebuah tempat tidur, tanpa sepengetahuannya. “Di mana aku ini?”

Seorang yang menghampiri Anna, tersenyum manis. Dia membawa sebuah minuman di gelas. “Kau sudah sadar?”

“Kau siapa?”–Anna menjauh, menjaga jarak–“jangan mendekat!”

Orang yang berada di depan Anna menaruh minuman di atas meja, kemudian berkata, “Kau jangan begitu, aku tadi yang telah menolongmu.”

“Menolongku?” Anna berpikir sejenak. “Siapa kau?”

“Hai, namaku Mayu,”–dia menyodorkan tangan kanannya, mengajak untuk berkenalan–“siapa namamu?”

“Aku ....” Anna menahan perkataannya. Ternyata dia tidak ingat namanya setelah kejadian tabrak lari beberapa waktu yang lalu.

Mayu duduk di dekat Anna yang sedang berbaring. “Ada apa?”

“Aku ini siapa?”–Anna memegang kepalanya, mencoba mengingat sesuatu–“kenapa jadi lupa, ya?”

Mayu yang melihat kondisi Anna menjadi prihatin. Dia berdiri dan mengambil minuman untuk diminum Anna. “Sebaiknya kau minum dulu teh ini!”

Mayu, seorang wanita yang menolong Anna saat terkapar di jalan masih merasa terkejut dengan kejadian ini. “Kau sebaiknya istirahat dulu di kamarku. Aku pergi dulu,” ucap Mayu, berjalan keluar, meninggalkan Anna di kamar sendirian.

Mayu mengambil ponselnya, berinisiatif untuk menelepon sahabatnya. “Ya ampun,”–dia mencari nomor ponsel milik Moa–“kenapa dia mengalami amnesia?” ucapnya dalam hati.

Panggilan telepon dari Mayu diangkat oleh Moa—seorang sahabat terbaik yang dimiliki Mayu—yang sedang berada di rumah. “Ada apa, Mayu?”

“Datanglah ke rumahku secepatnya, Moa!” balas Mayu, perasaannya sedang panik.

Moa tidak tahu situasi yang dialami Mayu, yakni menolong Anna setelah terjadi kecelakaan. “Ada apa, sih?”

Sambungan telepon diputus. Dengan segera, Moa langsung bergegas menuju ke rumahnya Mayu.

Di sisi lain, Mayu berpikir untuk mencari orangtuanya Anna melalui kepolisian. “Bagaimana ini? Namanya saja dia tidak tahu.”

Mayu kembali masuk ke kamarnya yang ditempati Anna untuk memastikan sesuatu.

Tak lama kemudian ....

“Hei, kau yang berdiri di sana,”–Anna memanggil Mayu dengan nada yang tidak sopan–“sedang apa kau ... mondar-mandir?”

Mayu menaruh ponselnya di atas meja. “Ya ampun, kacau. Kenapa dia menjadi galak?”

Dengan sengaja, Mayu mengecek jaket milik Anna. “Apa ini?” ucapnya, terkejut melihat sebuah name tag yang dia temukan. “Bukankah ini ....”

Name tag yang dia temukan di saku jaket milik Anna menuntunnya kepada sebuah petunjuk. “Anna Tachibana?” Mayu berucap, menatap ke arah Anna.

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Anna Tachibana
2. Mayu Kusunoki
3. Moa Tsukino
4. Sakura Nodoka
Pembuat:
Beňy
Genre:
Persahabatan
Daftar Episode:
» Episode 1 - Langit Mendung
» Episode 2 - Lari, Anna, Lari!
» Episode 3 - Perselisihan Nodoka dan Mayu
» Episode 4 - Petunjuk Pertama
» Episode 5 - Menguak Fakta (Tamat)

Memoria - Episode 1

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Tokoh utama di cerita ini diambil dari 4 member idol group underground beraliran musik pop, rock, metal, dan electronic-pop, yakni Kamen Joshi. Mereka adalah Anna Tachibana, Mayu Kusunoki, Moa Tsukino, dan Sakura Nodoka.
Cerita:
Cerita ini berawal ketika Anna diculik oleh tiga orang tak dikenal. Anna adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya. Penculik menginginkan tebusan uang dalam jumlah yang banyak kepada orangtuanya Anna. Ketika dalam penyekapan, Anna berhasil meloloskan diri. Dia terus berlari menjauhi para penculik. Nasib buruk menimpanya ketika dia mengalami kasus tabrak lari oleh orang tak dikenal. Dia kemudian ditemukan tak sadarkan diri oleh Mayu di pinggir jalan. Seketika itu ingatannya menghilang.

【Memoria】



(Episode 1 - Langit Mendung)

Pagi hari yang mendung tidak menyurutkan semangat Anna untuk bekerja. Anna bekerja di perusahaan mobil milik ayahnya sebagai Direktur Pemasaran. Meski statusnya adalah sebagai anak dari pemilik perusahaan, namun dia tetap rendah hati kepada setiap karyawan yang bekerja di tempat tersebut.

“Wow, ternyata strategi pemasaran yang aku buat ini benar-benar membuat keuntungan perusahaan,” ucap Anna dalam hati. Saat ini dia sedang berada di ruang kerja, melihat layar monitor.

Wanita yang lulus dari SMA sejak 2 bulan yang lalu ini sudah diterima bekerja di perusahaan mobil milik ayahnya. Bakat alami sang ayah telah menular kepada dirinya.

Tak lama setelah itu, terdengarlah suara ketukan pintu dari luar ruang kerjanya. Pintu dibuka, Anna terkejut, ternyata sang ayah datang menemuinya.

“Ayah ...,” teriak Anna, sambil tersenyum bangga. “Eh, maaf, maksudku CEO. Aku tidak boleh memanggil dengan sebutan ayah di tempat kerja.”

Ayahnya benar-benar bangga dengan kinerja anaknya tersebut. Dia tidak salah menempatkan anaknya tersebut di posisi Direktur Pemasaran.

Sambil memegang pundak Anna, sang ayah berkata, “Anna, ayah tidak menyangka jika kamu benar-benar cerdas. Ayah bangga, Nak!”

“Aku akan selalu bekerja keras, Yah!” ujar Anna, matanya berkaca-kaca. “Aku akan membuat perusahaan ini sebagai perusahaan otomotif yang disegani di kawasan Asia!”

Sang ayah merasa sangat bangga dengan harapan yang diucapkan Anna. Pria yang sudah mendirikan perusahaan selama 20 tahun ini berpikir akan mengangkat Anna sebagai CEO di masa yang akan datang, tentunya setelah dirinya pensiun.

Semenjak strategi pemasarannya sukses besar, Anna benar-benar dihormati oleh rekan kerjanya meski di usianya kini bisa dikatakan masih belia. Kecerdasan dan ketekunannya menjadi prioritas ketika sedang bekerja. Meski begitu, tidak sedikit dari rekan kerjanya yang merasa iri hati, mengingat Anna adalah anak dari pemilik perusahaan.

Beberapa merk mobil milik perusahaan ayahnya Anna sudah merambah ke berbagai negara di kawasan Asia. Di tahun ini sudah masuk ke pasar Eropa, bahkan Amerika. Hal ini membuat nama Anna dikenal luas, terlepas dari label seorang anak dari pemilik perusahaan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09:27 malam. Cuaca pada hari itu sangat buruk sekali. Hujan deras disertai petir yang menyambar membuat situasi amat mencekam. Anna bergegas pulang menuju ke rumahnya. Dia pulang dengan menaiki mobil. Jarak pandangnya di jalan terganggu dengan derasnya hujan. “Aduh, kenapa hujannya deras sekali?” ucapnya gelisah, perasaannya panik.

Kejadian yang tak menyenangkan akhirnya datang juga. Mobil yang dikendarainya tiba-tiba mogok di tengah jalan. Kebetulan di jalan itu sangat sepi pengendara yang lewat. Anna benar-benar bingung harus bagaimana. Dia pun memutuskan untuk menelepon ayahnya.

“Halo, Yah.” Anna fokus menelepon ayahnya yang saat ini sedang berada di rumah. “Mobilku mogok di jalan. Aku perlu bantuan. Aku takut, Yah,” lanjutnya, sembari mengamati situasi sekitar.

“Baiklah, ayah akan datang ke sana,” balas sang ayah. “Kamu di daerah mana?”

Mendengar kabar kalau mobil anaknya mogok, sang ayah segera datang untuk menolongnya.

Anna menunggu kedatangan ayahnya di dalam mobil. Tak lama setelah itu, dia mendengar sebuah suara yang cukup berisik. Sumber suara semakin mendekat. Setelah didengarkan dengan seksama, ternyata suara tersebut adalah suara sepeda motor, layaknya sepeda motor yang sedang konvoi. Sekitar dua sepeda motor menghampiri mobilnya.

Salah seorang pemuda mengetuk kaca mobil. “Kenapa berhenti di tempat ini?”

Para pengendara motor yang menghampiri Anna berjumlah tiga orang dan memakai jas hujan. Satu mengendarai motor secara sendirian dan satunya lagi berboncengan.

“Sepertinya mobilku mogok.” Anna menjelaskan kepada pemuda yang mengetuk kaca mobilnya. “Apakah kalian bisa membantuku?”

“Aku bisa membantu. Izinkan aku untuk membantumu,” seru salah seorang pemuda yang satunya.

“Benarkah itu?” tanya Anna, sembari tersenyum.

Salah seorang pemuda yang belum diketahui namanya mencoba memperbaiki mesin mobil milik Anna. Dia tidak mengalami kesulitan ketika memperbaiki mesin yang bermasalah. Tak lama kemudian, mobil berhasil diperbaiki. “Coba hidupkan mobilmu, Mbak!”

Benar saja, setelah diperbaiki, mobil milik Anna sudah kembali normal. “Wah, sepertinya mobilku sudah normal. Terima kasih,” kata Anna, sembari memberikan uang kepada tiga pemuda yang telah membantunya.

Setelah kejadian ini, ternyata salah seorang pemuda yang satunya lagi mempunyai rencana jahat. Dia bernama Antok, penampilannya yang dekil membuatnya dicap sebagai seorang yang pemalas.

Antok berkata kepada kedua temannya, yakni Joni dan Dian dengan cara bisik-bisik. “Sepertinya cewek yang kita tolong ini adalah orang kaya.”

“Lalu?” Dian balik bertanya kepada Antok. “Kamu suka cewek ini, ya?”

Antok berkata, “Bukan begitu, ayo kita culik saja dia! Kita pasti bisa dapat uang tebusan dalam jumlah yang banyak.”

“Kamu pasti sudah gila, Tok,” sela Joni yang saat itu sedang ikut diskusi kecil. “Nanti kita bisa dipenjara.”

“Aku punya ide agar kita tidak diketahui polisi saat menculik cewek ini.” Antok menjelaskan rencana kotornya kepada Dian dan Joni. Ketiga orang ini akhirnya sepakat untuk menculik Anna.

Antok, Dian, dan Joni beraksi. Antok mendatangi Anna yang berada di dalam mobil. “Mbak, boleh aku cek mobilmu lagi?”

Anna menoleh, kemudian balas bertanya, “Memangnya masih ada yang perlu diperbaiki lagi?”

“Mbak ....” Antok mencoba masuk ke dalam mobil. “Bisa geser sedikit?”

“Tentu.” Anna menaruh rasa curiga kepada Antok yang menyuruhnya bergeser dari kursi kemudi. Dia melihat Antok sedang menghidupkan mesin mobil. Antok menatap kepada Joni dan Dian seraya memberi kode. Anna yang melihatnya semakin curiga, perasaannya campur aduk.

Tak lama setelah itu, Anna menyadari jika ketiga pemuda yang telah membantu memperbaiki mobilnya tadi berencana akan menculiknya. “Hei, apa yang kau lakukan?” gertak Anna, seakan tidak percaya.

“Diamlah!” Antok fokus mengemudikan mobil dengan akselerasi penuh. Di belakang mereka berdua ada Joni dan Dian yang mengikuti menggunakan sepeda motor.

✽╮✽╭✽

Antok, Joni, dan Dian membawa Anna ke sebuah bangunan tua yang sudah tidak berpenghuni. Lokasinya sangat terpencil. Akses masuk ke tempat tersebut juga sulit. Anna disekap, tangan dan kakinya diikat menggunakan tali. Mulutnya ditempeli lakban agar tidak bisa berteriak keras.

Anna sangat terkejut kepada Antok, Joni, dan Dian yang telah menculiknya. Tatapan matanya seakan menunjukkan sisi amarah seiring dengan perlakuan buruk yang dia terima.

Kejadian yang dialami Anna benar-benar ironis. Betapa tidak, niat awal tiga pemuda yang membantu memperbaiki mobil Anna yang mogok di jalan justru berubah pikiran. Mereka memutuskan menculik Anna demi mendapatkan uang tebusan.

Waktu sudah memasuki pukul 11:45 malam. Anna disekap di dekat dinding yang retak. Di sampingnya ada Joni dan Dian sedangkan Antok mengawasi di dekat pintu luar. Suhu pada malam hari itu cukup dingin, bahkan mampu membuat mereka semua menggigil.

Joni menatap wajah Anna. Dia terlihat memendam rasa suka kepada Anna sejak pertama bertemu. “Apakah yang aku lakukan ini salah?” kata Joni dalam hati dengan sedikit rasa menyesal.

Joni mendekati Anna. Raut wajahnya yang mencurigakan membuat Anna menjadi takut. Dia semakin mendekat. Anna mencoba menjaga jarak aman darinya. Tapi apa daya, kaki dan tangannya diikat kuat sehingga dia tidak bisa berbuat sesuatu. Raut wajah Anna memperlihatkan keadaan sedang panik.

“Apa yang sedang kau lakukan, Jon?” Dian menahan langkah kaki Joni. “Ingat, kita hanya mencari uang tebusan dari keluarganya. Jangan melakukan hal-hal buruk kepada cewek ini!”

Di tempat lain, ayah Anna terkejut ketika tidak melihat mobil milik anaknya berada di lokasi yang sebelumnya telah dikatakannya.

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Anna Tachibana
2. Mayu Kusunoki
3. Moa Tsukino
4. Sakura Nodoka
Pembuat:
Beňy
Genre:
Persahabatan
Daftar Episode:
» Episode 1 - Langit Mendung
» Episode 2 - Lari, Anna, Lari!
» Episode 3 - Perselisihan Nodoka dan Mayu
» Episode 4 - Petunjuk Pertama
» Episode 5 - Menguak Fakta (Tamat)

BAND-MAID vs BRIDEAR

BAND-MAID vs BRIDEAR

"Hello, Master and Princess." Begitulah tagline dari BAND-MAID yang menyebut aliran musiknya adalah hard rock dan heavy metal. Saya pernah menulis artikel "battle" yang mempertemukan antara BAND-MAID dengan BRIDEAR di Facebook. Dari situ, saya terinspirasi untuk menulisnya di sini.

BAND-MAID



BRIDEAR


Saya tidak punya niat untuk mengunggulkan satu pihak dan merendahkan pihak lain karena 2 band ini sama-sama saya jagokan. Anggap saja ini sebagai artikel untuk membedakan mana BAND-MAID dan mana BRIDEAR. Dua band ini punya hubungan baik, terbukti personilnya sering foto-foto usai tampil di festival musik metal di Jepang.

Riwayat

▪ BAND-MAID terbentuk pada tahun 2013 di Tokyo, Jepang. BRIDEAR terbentuk pada tahun 2011 di Fukuoka, Jepang. Dilihat secara historis, BRIDEAR umurnya lebih tua 2 tahun dari BAND-MAID. Sama-sama terdiri dari 5 orang wanita.

Musikalitas

▪ BAND-MAID mengusung genre hard rock/heavy metal. BRIDEAR mengusung genre power metal. Jelas berbeda jika dilihat dari segi musikalitasnya. Tapi sama-sama tidak mengusung lirik lagu "cengeng".

▪ Tempo lagu BRIDEAR setingkat lebih cepat daripada BAND-MAID, tapi keduanya sama-sama powerful.

▪ Efek penambahan distorsi di instrumen BAND-MAID lebih keras dan berisik daripada BRIDEAR.

▪ Lagu milik BRIDEAR bertema "fantasy". Lagu BAND-MAID bertema "kehidupan".

▪ BAND-MAID menggunakan 2 vokalis, yakni vokalis utama (Saiki) dan backing vocals (Miku). BRIDEAR hanya memakai 1 vokalis (Kimi), tapi ada yang mengisi bagian scream vocals (Misa).

Vokalis: Saiki vs Kimi

▪ Karakter vokal Saiki (BAND-MAID) adalah serak-serak basah, spesialis nada tinggi. Kimi (BRIDEAR) suaranya lebih clean.

Gitaris (Utama): Kanami vs Mitsuru

▪ Kanami (BAND-MAID) dan Mitsuru (BRIDEAR) sama-sama seorang komposer di band-nya masing-masing. Pertarungan Kanami melawan Mitsuru di posisi ini cukup dominan, tentu dari permainan gitar yang cepat dan agresif.

Gitaris (Ritem): Miku vs Misa

▪ Miku (BAND-MAID) dan Misa (BRIDEAR) adalah gitaris kedua masing-masing band. Selain memainkan gitar ritem, Miku juga bertindak sebagai backing vocals. Misa memainkan gitar dan mengisi bagian scream vocals.

Bassist: Misa vs Haru

▪ No comment! Keduanya sama-sama bagus di posisinya.

Drummer: Akane vs Kai

▪ Kai (BRIDEAR) memakai 2 pedal bass drum. Hal ini membantunya membuat ketukan drum menjadi lebih cepat. Akane (BAND-MAID) mungkin tidak selalu memakai 2 pedal bass drum di lagu dengan tempo lambat.

Itu hanya sedikit dari beberapa poin yang membedakan BAND-MAID dan BRIDEAR menurut pendapat saya. Di bawah ini ada 2 video klip yang bisa membedakan musiknya BAND-MAID dan BRIDEAR. Silakan dicermati!

BAND-MAID - REAL EXISTENCE



BRIDEAR - Light in the Dark


Apa yang membedakan antara BAND-MAID dan BRIDEAR? Mari kita saling bertukar informasi!

Analisis BAND-MAID: Before Yesterday

“Before Yesterday”
BAND-MAID®

Entah kenapa saya kurang begitu nyambung dengan aliran musik di lagu “Before Yesterday” milik BAND-MAID. Saya berpikir jika lagu ini sudah keluar dari genre dasar mereka—hard rock/heavy metal—yang menampilkan penambahan efek distorsi yang keras. Saya lebih suka lagu-lagu yang masuk di album ke-2 “New Beginning” daripada di album ke-3 “Brand New MAID”. Jika didengarkan dengan seksama, menurut saya, lagu ini justru beraliran pop-rock.

Before Yesterday” merupakan lagu yang dirilis pada tanggal 18 Mei 2016, masuk di album ke-3 “Brand New MAID”, trek nomor 7.

Apakah karena faktor genre sehingga membuat lagu ini ditaruh di trek nomor 7 pada album “Brand New MAID”? Mungkin bisa jadi, sebab trek nomor 1 ditempati lagu utama “the non-fiction days” yang musiknya cukup agresif dan cepat.

Kebetulan saya sudah membaca terjemahan lagu ini. Menurut saya, lagu ini kalau dibaca terjemahannya akan membuat pembaca menjadi sedih. Menceritakan keluh kesah seseorang yang hidup sendiri. Terus berjuang meski jalan hidupnya sulit untuk dilewati. Sampai pada akhirnya dia mengucapkan selamat tinggal pada hari-hari sebelumnya dan bersiap menyambut masa depan yang cerah.

Analisis Video Klip

Lokasi pengambilan gambar di video klip “Before Yesterday” terjadi di Seattle, Washington DC, Amerika Serikat. BAND-MAID juga mengajak para fans di sana untuk ikut berkontribusi membuat video klip ini.


[Screenshot 1]


[Screenshot 2]


[Screenshot 3]

[Screenshot 1] Terlihat jelas, itu adalah sebuah gedung yang menjulang tinggi ke langit. Terdapat bendera Amerika Serikat yang berkibar. Saya sengaja mengambil screenshot ini agar kalian bisa menjawab nama gedung tersebut. Kalau tidak bisa menjawab juga tidak apa-apa, soalnya saya juga tidak tahu nama gedung tersebut.

[Screenshot 2] Itu adalah Saiki Atsumi—vokalis utama—sedang berjalan-jalan. Kalau dipikir-pikir, penampilan Saiki justru terlihat seperti preman dengan jaket yang dikenakannya. Tapi ... kenapa preman berpakaian maid? Di belakangnya ada 4 temannya yang mengikuti, diibaratkan seperti anak buahnya.

[Screenshot 3] Itu adalah sosok Miku Kobato—pemain gitar ritem/backing vocal—sedang apa, ya?

Analisis Penampilan

• Saiki Atsumi (Vokalis)


Di lagu ini, Saiki terlihat mendalami sekali makna dari lagu yang dia nyanyikan. Tapi, saya heran. Kenapa suaranya bisa berubah di lagu ini, ya?

• Miku Kobato (Gitaris Ritem/Vokalis)


Penampilan Miku di video klip ini terlihat nyeleneh. Contohnya, ketika memasukkan sesuatu di mulutnya, bibir dimonyong-monyongin, dan beberapa tingkah lucu yang sempat terekam kamera.

• Kanami Touno (Gitaris Utama)


Distorsi gitar di lagu ini tidak sekeras lagu lain milik BAND-MAID. Mungkin ini yang membuat Kanami bisa memainkan gitarnya dengan santai.

• Misa (Bassist)


Akhirnya Misa kesorot kamera ketika dirinya sedang tersenyum. Biasanya, Misa jarang terlihat tersenyum ketika di video klip.

• Akane Hirose (Drummer)


Di video klip ini, terlihat bahwa Akane berkesempatan untuk kesorot kamera pertama daripada teman-temannya. Seorang pemimpin memang harus begitu, bisa mengawal anak buahnya.

Catatan:

Tulisan ini berdasarkan pendapat pribadi.


Penasaran dengan video klip BAND-MAID - Before Yesterday? Berikut ini adalah video klip yang diunggah BAND-MAID di akun YouTube resminya:


Apakah ada yang ingin menambahkan opini dari saya? Silakan, mari kita saling bertukar informasi!

Saiki Atsumi

Siapa itu Saiki Atsumi? Dia adalah sosok vokalis grup band cadas favorit saya yang mengusung genre hard rock dan heavy metal, yakni BAND-MAID® yang bermarkas di Tokyo, Jepang. Jika namanya saya artikan, "Saiki" dalam bahasa Jawa artinya "Sekarang" sedangkan "Atsumi" saya kurang tahu.


Saiki Atsumi di MV "Thrill"

Saiki Atsumi lahir pada tanggal 8 Februari di Yamanashi, Jepang. Ketika kecil, Saiki memulai bernyanyi sejak usia 14 tahun.

■ AKSI PANGGUNG

Saiki Atsumi bukan tipe penyanyi yang "pecicilan" di atas panggung. Hal ini saya ketahui dari beberapa video klip milik BAND-MAID yang sudah saya lihat. Mungkin ini disebabkan karena efek memakai sepatu high heels. Meski begitu, penghayatan pada lagunya sangat baik.

■ MUSIKALITAS

• Spesialis Nada Tinggi - Di band-nya, posisi Saiki Atsumi adalah sebagai vokalis utama. Spesialis nada tinggi. Biasanya untuk nada rendah diserahkan kepada Miku Kobato (vokalis/gitaris), tapi tidak menutup kemungkinan jika Saiki dan Miku sering berduet ketika sedang tampil.

• Suara Serak-serak Basah - Menurut pengamatan saya, Saiki mempunyai karakter vokal serak-serak basah. Hal ini bisa dibuktikan di lagu "REAL EXISTENCE". Saiki tampil total di lagu tersebut. Suara serak-serak basahnya masih menjadi andalan.

• Koneksi Cengkok? - Mungkin pendapat saya yang ini sedikit nyeleneh. Tapi sebelumnya fokus dulu ke lagu "Price of Pride". Sebenarnya saya ragu mengatakan jika lagu tersebut sepenuhnya beraliran hard rock ataupun heavy metal. Menurut saya, lagu tersebut adalah fusion dari rock, pop, bahkan ada sedikit nuansa dangdut-nya juga? Bisa dibuktikan setelah mendengarkan lagunya. Ada sedikit bagian dari lirik lagu tersebut yang menggunakan "cengkok". Saya rasa logatnya Saiki lebih ke arah orang Indonesia.

■ PENAMPILAN

• Gigi Kelinci dan Gigi Gingsul - Saiki Atsumi mempunyai gigi gingsul, tepatnya di gigi taring bagian kanan atas. Selain itu dia juga mempunyai "gigi kelinci" di bagian depan atas.

• Memakai Tindik - Benarkah ini? Jawabannya adalah iya. Boleh percaya dan boleh tidak. Saya sering melihat Saiki memakai tindik ketika tampil. Coba amati di bagian telinganya (lihat gambar di atas ↑). Apa yang Anda lihat? Ada beberapa tindik yang dia pasang di situ. Namun, sepertinya tindik tersebut hanya difokuskan pada bagian telinganya saja, jumlahnya pun tidak begitu banyak.

• Memakai Bando - Awalnya saya ragu mengatakan nama benda yang dipakai Saiki di bagian kepalanya. Hal ini juga terlihat ke personil yang lain. Ternyata benda itu adalah sebuah bando dengan aksesoris bunga (lihat gambar di atas ↑). Bando tersebut sering dipakainya ketika sedang tampil di atas panggung.

• Memakai Sepatu High Heels - Bukan hanya Saiki saja yang memakai sepatu high heels, namun hal ini terlihat juga ke personil yang lain. Ketika tampil di atas panggung, Saiki selalu memakai sepatu high heels yang ukuran alasnya lumayan tebal. Sepatu seperti ini kalau digunakan untuk menendang orang, maka orang yang ditendang tersebut akan merasakan sakit yang sangat luar biasa.

Jika membahas kelima personil BAND-MAID, masing-masing personil mewakili karakter yang berbeda-beda. Kalau Saiki Atsumi (vokalis), menurut saya mewakili sosok wanita "nakal" yang juga misterius dan penuh ambisi. Bahkan saya belum tahu, apakah Saiki Atsumi karakter aslinya "jahat" atau justru "baik"?

Demikianlah pembahasan saya tentang sosok Saiki Atsumi sang vokalis grup musik BAND-MAID. Menurut pendapat saya, "jiwa" di band ini ada pada dirinya.


Saiki Atsumi di MV "the non-fiction days"